Keterampilan Berbahasa

 



Catatan Dya (edisi 1)

        Assalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 

Hai teman - teman, selamat datang di blog "Catatan Dya". Ini adalah tulisan pertamaku, he - he - he.


        Oh, ya. Setelah membaca judul utama diatas, kalian pasti bertanya-tanya, kan? tentang "kita akan membahas apa, ya?".. hmm 


Mari kita baca!


     Sebagai Mahasiswa, khususnya Mahasiswa pendidikan (Calon Guru) pastinya kita harus memiliki keterampilan berbahasa atau bisa dibilang mampu menggunakan bahasa yang baik dan benar. Maksudnya bagaimana tuh? ok, akan saya jelaskan.


KETERAMPILAN BERBAHASA

        Memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan benar bagi Mahasiswa adalah hal yang sangat penting, kenapa? karena kemampuan berbahasa merupakan kemampuan yang dimiliki orang dalam menyampaikan maksud dan tujuan dengan bahasa yang baik, hal ini tak jarang akan mempengaruhi kualitas dirinya. Kemampuan berbahasa yang baik memegang peran penting dalam kehidupan bersosial, dalam setiap interaksi, berekspresi, bersosialisasi, serta guna mendapatkan pengetahuan.

    Oleh karena itu, kemampuan berbahasa sangat penting untuk kehidupan kedepan, seperti : saat berbicara di depan khalayak ramai, kepentingan lainnya di dunia kerja, diskusi , dan banyak kegiatan lainnya. Namun, tahukah kalian? kemampuan berbahasa ini memiliki kelemahan serta kelebihan juga lho, apa saja ya?

Kelebihan :

  • Dapat menyampaikan atau mampu mengungkapkan pikirannya dengan baik dan jelas.
  • Dapat mengekspresikan perasaan 
  • Mampu menyatakan kehendak  
  • Bisa melaporkan fakta-fakta yang diamati dengan baik dan jelas, serta mudah dipahami
  • Memperoleh pengetahuan yang sangat luas dari berbagai sumber. 

Kelemahan : 

  • Kadang lebih sering memakai bahasa yang formal (membuat masyarakat awam kurang bisa memahami apa yang sudah disampaikan)

   Nah, dari pemaparan diatas sudah jelas, kelebihan dan kekurangan dalam memiliki keterampilan berbahasa yang memang umum kita peroleh dari lingkungan kehidupan kita. Memiliki keteramilan berbahasa tentunya membuat kita bisa terbiasa untuk melakukan komunikasi dengan bahasa yang baik dan benar, namun ini juga harus disesuaikan dengan lawan bicara kita masing-masing ya...

    Keterampilan berbahasa juga memiliki pengaruh baik dalam perubahan setiap individunya, keterampilan bahasa yang dimaksud disini mencakup kemampuan membaca, kemampuan menulis, kemambuan menyimak, dan kemampuan berbicara. Keterampilan berbahasa ini memiliki peran penting dalam proses perubahan,  seperti perkembangan dari bahasa dan prilaku yang sudah dikembangkan dan perubahan dalam bidang yang lainnya. Sebelum itu, orang yang kini memiliki keterampilan berbahasa yang baik dan benar pastinya memerlukan proses awal yang cukup panjang untuk menjadikan dirinya bisa (mampu) dalam berbahasa, misal : dengan cara belajar dan rajin berlatih dalam menerapkan bahasa yang baik dan benar itu. Maka dari itu, disini pasti ada peran pengajar (guru) dalam prosesnya. Peran guru dalam meningatkan keterampilan berbahasa yang baik dan benar ini dimulai sejak peserta didik berada di kelas rendah. Peran guru sebagai pendidik, pembimbing, demonstrator, mediator, motivator, fasilitator, dan evaluator. Masing-masing peran tersebut akan dijabarkan sebagai berikut. 

  • Pertama, guru sebagai pendidik dan pembimbing. Dalam hal ini, guru berperan untuk membentuk karakter siswa yang positif, membantu siswa mencapai proses kematangan berpikir dan pendewasaan kepribadian, serta membantu siswa mandiri. 
  • Kedua, guru sebagai demonstrator harus dapat menguasai materi pembelajaran yang akan disampaikan, meningkatkan kemampuannya, serta membuat perencanaan pembelajaran yang matang. Dalam hal ini, guru harus mampu memilih strategi dan metode yang tepat untuk digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar. Hal serupa dijelaskan pula dalam sebuah penelitian bahwa guru harus piawai dalam menyeleksi model, pendekatan, metode, strategi, dan teknik pembelajaran yang sesuai sehingga siswa tidak gampang merasa bosan. Selain itu, guru sebagai demonstrator juga seseorang yang menjadi contoh baik atau teladan bagi siswa. 
  • Ketiga, Suparlan mengemukakan guru sebagai motivator berkewajiban untuk meningkatkan semangat dan gairah belajar siswa, menciptakan suasana kelas yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa. 
  • Keempat, sebagai mediator, guru didesak untuk mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai media sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Guru harus cermat, teliti, dan selektif dalam menggunakan media pembelajaran agar sesuai dengan materi, metode dan evalusi pembelajaran. 
  • Kelima, guru sebagai fasilitator berperan dalam menyediakan fasilitas yang memudahkan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, membantu mereka memperoleh pengalaman belajar nyata, mengajak seluruh siswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan belajar-mengajar. 
  • Terakhir, sebagai evaluator guru diharapkan mampu merumuskan instrumen penilaian yang tepat, memberikan penilaian yang adil dan objektif, dan menindaklanjuti hasil evaluasi 

    Dari pemaparan poin peran guru diatas, salah satunya berbunyi "Guru berperan dalam pemilihan media pembelajaran yang tepat untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran", hal ini juga berperan sebagai perantara dalam menengahi siswa yang sedang berdiskusi. Dalam mengasah kemampuan siswa pada keterampilan berbahasa yang mencakup kemampuan membaca, kemampuan menulis, kemambuan menyimak, dan kemampuan berbicara. Penggunaan media pembelajaran/model/strategi yang tepat dapat membantu dan memudahkan guru dalam menyampaikan tujuan dari apa yang akan diajarkan. 
Salah satu yang akan saya bahas disini adalah penggunaan media pembelajaran, penggunaan media pembelajaran yang tepat yang biasa digunakan oleh guru adalah buku cerita, buku bergambar (seri), teks bacaan singkat, infokus, media audio-visual, dan sebagainya. Dimana dengan menggunakan salah satu media yang sudah disebutkan sebelumnya, guru mengungkapkan bahwa siswa dapat mengembangkan keterampilan berbahasanya sekaligus mengembangkan kemampuan dalam berpikir kritis, berimajinasi, dan membuat keputusan. Hal ini berhubungan dengan penguasaan pengetahuan dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Kenapa berhubungan dengan pembelajaran bahasa dan sastra? Karena pembahasan dari pembelajaran bahasa dan sastra ini mencakup keterampilan berbahasa (membaca, menulis, menyimak, serta berbicara). Dengan menyimak atau menbaca sastra anak, seorang anak dapat meningkat pemerolehan bahasanya sehingga mereka lebih terampil dalam berbahasa untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. 


    Baiklah, mungkin ini saja tulisan pertama yang bisa saya persembahkan, sampai jumpa di tulisan selanjutnya. 

TERIMAKASIH

Wassalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



By. Widya Ocktaviani 
NPM : 201434110

Komentar

  1. Desainya sangat bagus, dan materinya tersusun dengan rapi jadi memudahkan pembaca untuk memahami materi nya. Good job kak👍🏻

    BalasHapus
  2. pemaparan materinya sudah sangat bagus👍

    BalasHapus
  3. good joob sahabat, literasi semakin menambah wawasan

    BalasHapus
  4. Materinya cukup bagus tapi judulnya apa ya kk🙏

    BalasHapus
  5. Mantappp literasi yang sangat luar biasa sobat

    BalasHapus
  6. Materinya cukup bagus dan mudah untuk dipahami

    BalasHapus
  7. bagus dan rapi, tulisannya juga menarik

    BalasHapus
  8. Mantap kak materinya sangat mudah dan dipahami🔥

    BalasHapus
  9. Mantapp. Materinya mudah di pahami

    BalasHapus
  10. MANTAP🔥 SANGAT MENGINSPIRASI MATERINYA

    BalasHapus
  11. Materinya sangat bagus dan mudah untuk dipahami ka

    BalasHapus
  12. Materinya bagus ditunggu karya berikutnya kk👍

    BalasHapus
  13. Mantap kak, materi yang mengedukasi, dan tulisan yang rapi membuat pembaca tertarik

    BalasHapus
  14. Materi yang sangat bermanfaat dan tulisan yang rapi, semangat berkarya kaka..

    BalasHapus
  15. Penyajian materi rapi dan memudahkan pembaca untuk memahami topik dalam keterampilan berbahasa. 🫰

    BalasHapus

Posting Komentar